Gairah Menulis di Usia Senja (Mengungkap Potensi Kreatif yang Terpendam)
Resume kedua Gelombang
29
Hari
Senin, 21 Juni 2023
Materi ini disampaikan oleh nara sumber dan Penulis Buku hebat Dra. Sri Sugiastusti, M.Pd dan dipandu oleh moderator yakni Sigid Purwo Nugroho, S.H, mengusung tema menarik yang berjudul " Menjadikan
Menulis sebagai Passion ". pukul
19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB daring via WA Group KBMN.
Usia Purnakarya merupakan fase dalam hidup yang penuh dengan peluang
baru dan kebebasan yang tak terbatas. Setelah bertahun-tahun bekerja keras,
tiba saatnya bagi seseorang untuk menikmati hasil jerih payahnya dan menjalani
kehidupan yang lebih santai. Namun, bagi banyak orang, usia pensiun juga menjadi kesempatan untuk
mengeksplorasi minat dan bakat yang belum sempat ditekuni selama masa kerja,
seperti saya. Salah satu aktivitas yang semakin populer di kalangan para
pensiunan adalah menulis. Pada resume ini, kita akan menjelajahi alasan mengapa menulis di usia senja bisa menjadi sarana yang memuaskan dan
bermanfaat untuk mengungkap potensi kreatif yang terpendam.
Di usia pensiun, seseorang tidak lagi terikat oleh
tanggung jawab pekerjaan dan tuntutan waktu yang ketat. Ini merupakan momen
yang tepat untuk mengeksplorasi ide-ide yang selama ini terpendam dan
mengungkapkan pikiran serta perasaan melalui tulisan. Menulis memberikan
kebebasan untuk berbagi cerita seperti yang di sharingkan oleh narasumber pada
penyajian materi, seperti pengalaman hidup bersama keluarga, pengalaman bersama
lembaga di mana beliau bertugas dan pandangan pribadi tentang dunia literasi
yang beliau tekuni selama ini
Menulis secara teratur melibatkan proses berpikir yang
mendalam. Saat menulis, narasumber merasa perlu menyusun gagasan, merumuskan
argumen, dan mengorganisir informasi dengan baik. Hal ini mampu merangsang pikiran dan mempertajam
keterampilan berpikir kritis. SeDisamping hal tersebut lain, menulis juga
meningkatkan kemampuan komunikasi, baik dalam menyampaikan ide secara tertulis
maupun melalui respons dari pembacanya.
Usia senja juga merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan kehidupan
yang telah dilalui,sehingga diharapkan buah dari refleksinya memberikan
kontribusi yang bermakna bagi generasi
berikutnya. Dengan menulis, menurut narasumber
dapat mengoleksi atau setidaknya merekam pengalaman hidup bersama keluarga, yang
berharga, atau pengetahuan yang dimiliki. Sehingga tulisan dimaksud bisa menjadi harta karun bagi keluarga ,
komunitasnya, dan memperkaya sejarah serta memberikan inspirasi untuk masa
depan yang lebih baik.
Menulis tidak harus menjadi kegiatan
yang dilakukan secara sendiri ( solo ) melainkan juga bisa dilakukan secara
kolaborasi “ kruntelan “ bersama - sama .
Di usia purnakarya , seseorang dapat bergabung dengan komunitas penulis lokal
atau online, berbagi karya, dan mendapatkan umpan balik dari sesama penulis.
Ini merupakan salah satu cara yang baik untuk memperluas jaringan sosial,
belajar dari orang lain, sehingga kita tetap mampu berkontribusi dalam aktivitas yang bermakna dan bermanfaat
bagi semua, secara khusus di dunia literasi.
Usia senja bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan
merupakan awal dari babak baru yang
menarik. Pada fase ini, kemungkinan bisa ditemukan gairah menulis yang dapat
membuka pintu ke dunia baru yang penuh dengan ide dan kreativitas, eksplorasi diri, dan pengabdian.
Melalui resume, penulis berharap dapat mengekspresikan diri, meningkatkan
keterampilan berpikir dan komunikasi, serta dapat berkontribusi dalam proses
pewarisan nilai-nilai kehidupan , serta menjalin hubungan dengan komunitas
penulis yang menginspirasi. Dengan adanya kegiatan di KBMN saya secara pribadi
merasa bersyukur dan berterima kasih karena mendapatkan komunitas baru yang
berkualitas dan penuh kreasi, senang sekali mendapatkan keluarga baru.
Terima kasih
Komentar
Posting Komentar